Kutipan Gusti Helwani, X-AP 1 :)
Jumat, 13 Maret 2015
Jumat, 11 April 2014
LIRIK LAGU KILLING ME INSIDE - DUA HATI
Aku takan pernah bisa memilih
Di antara dua hati yang menemani
Oh aku takan pernah bisa berubah
Di hatiku semua tak lagi biasa
(aku hanya manusia, aku hanya manusia)
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Kamu (hanya) hanya kamu yang ku inginkan
Takkan bisa (bisa) aku melupakan semua
Karena cinta (cinta) yang harus ku bagi dengannya
(aku hanya manusia)
Courtesy of liriklagu.asia
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Memberi cintaku ke dua hati, membagi cintaku ke dua hati
Di antara dua hati yang menemani
Oh aku takan pernah bisa berubah
Di hatiku semua tak lagi biasa
(aku hanya manusia, aku hanya manusia)
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Kamu (hanya) hanya kamu yang ku inginkan
Takkan bisa (bisa) aku melupakan semua
Karena cinta (cinta) yang harus ku bagi dengannya
(aku hanya manusia)
Courtesy of liriklagu.asia
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Takkan pernah, takkan bisa dirimu menjadi milikku
Rasa ini tak berhenti membagi cintaku ke dua hati
Memberi cintaku ke dua hati, membagi cintaku ke dua hati
Selasa, 08 April 2014
KILLING ME INSIDE – TANPA DIRIMU LYRICS
Aku memang bukan yang terbaik untukmu...
Dan aku memang bukan yang terindah bagimu...
Mungkin semuanya tak seperti dulu...
Saat kita bisa berbagi bersama...
Aku takkan rela bila kau tak ada disisiku...
Reff: ku berlari dan terjatuh... ( disini )
Ku mencari dan tak ada... ( dirimu )
Aku sendiri dan aku berdiri hanya untuk bersamamu...
Aku disini selalu menanti saat nanti kau akan kembali...
Mungkin seandainya kau ada disini...
Saat aku lelah dan tak tau arah...
Aku takkan rela bila kau tak ada disisiku...
#Back to Reff#
Aku memang bukan yang terbaik...
Aaa... Aaa...
Tuk Hidupmu...
#Interlude#
#Back to Reff#
#Outro#
Dan aku memang bukan yang terindah bagimu...
Mungkin semuanya tak seperti dulu...
Saat kita bisa berbagi bersama...
Aku takkan rela bila kau tak ada disisiku...
Reff: ku berlari dan terjatuh... ( disini )
Ku mencari dan tak ada... ( dirimu )
Aku sendiri dan aku berdiri hanya untuk bersamamu...
Aku disini selalu menanti saat nanti kau akan kembali...
Mungkin seandainya kau ada disini...
Saat aku lelah dan tak tau arah...
Aku takkan rela bila kau tak ada disisiku...
#Back to Reff#
Aku memang bukan yang terbaik...
Aaa... Aaa...
Tuk Hidupmu...
#Interlude#
#Back to Reff#
#Outro#
Senin, 07 April 2014
Killing Me Inside
Killing Me Inside (juga dikenal sebagai Killms) merupakan sebuah grup musik asal Jakarta yang dibentuk pada Juni 2005. Saat ini mereka beranggotakan 3 orang yaitu vokalis Onadio Leonardo, gitaris Josaphat Klemens, dan keyboardist Rudye Nugraha Putra, dibantu oleh Angga Tetsuya Wibisana sebagai additional bassist dan Putra Pra Ramadhan sebagai additional drummer. Sejak terbentuk, mereka telah mengeluarkan 3 album yaitu "A Fresh Start for Something New","Killing Me Inside" dan "One Reason".
Sejarah[sunting | sunting sumber]
2005: Formasi Awal[sunting | sunting sumber]
Killing Me Inside mulai dibentuk pada Juni 2005 oleh Josaphat (gitar), Onad (bass), Rendy (drum) dan Raka (gitar).[1] Setelah beberapa saat mencari vokalis, akhirnya bergabunglah Sansan pada Desember 2005. Setelah melalui pengalaman manggung di kafe-kafe dan acara-acara lokal, mereka merilis 3 buah lagu sebagai demo mereka. Lagu-lagu demo tersebut adalah A Letter Of Memories, Suicide Phenomena, dan The Tormented yang nantinya direkam ulang pada debut album mereka, A Fresh Start for Something New.[2]
2008: A Fresh Start for Something New[sunting | sunting sumber]
Pada tahun 2008, Killing Me Inside berencana untuk merilis sebuah album. Namun di tengah perjalanan, Raka keluar dari band pada Mei 2008. Raka mengumumkan kepergiannya melalui situs MySpace mereka:
| “ | Dear friends of Killing Me Inside...
Pertama-tama gue ingin ngucapin makasih banyak sama elo semua yang udah ngesupport kita. Gue (Raka) mewakili pihak Killing Me Inside, merasa beruntung banget bisa ngebangun dan memajukan band impian gue sampe kayak gini. Ini semua tentunya juga karena hasil kerja keras kita dan dukungan dari elo semua. Tapi, gue pada kali ini mau ngejelasin kalo gue harus mengundurkan diri dari band ini karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak. Dan pada hari ini (18-05-2008) gue resmi mengundurkan diri dari Killing Me Inside. Makasih banget buat elo semua yang udah support kita, dan buat Killing Me Inside : "maaf bgt bgt, lo semua tau ini sama skali bukan kemauan gua". Makasih banyak, sukses buat kalian, gue bangga bisa maen ama elo semua…dan please inget kata2 gua "gue hanya putus hubungan kerja ama elo semua,, bkn hubungan sebagai teman".
Sekali lagi makasih, lo smua udah ngertiin posisi gua, dan gue pun juga menerima keputusan elo semua yang tadi, thx...
-Raka Cyril Damar[3]
| ” |
Akhirnya debut album mereka berjudul A Fresh Start for Something New dirilis pada awal Desember 2008 dibawah kendali Label Indie Fast Youth Records. Lagu "Torment" yang menjadi single langsung membuat nama Killing Me Inside terkenal di dunia musik indie Indonesia. Killms juga melakukan debut launching albumnya di 2 Negara yaitu Indonesiadan Malaysia
2009-2010: Line-up baru dan OST. Air Terjun Pengantin[sunting | sunting sumber]
Pada akhir Januari 2009, Sansan dan Rendy keluar dari Killing Me Inside. Sansan keluar dengan alasan untuk lebih fokus pada band Pee Wee Gaskins, sedangkan Rendy keluar dengan alasan pertimbangan masa depan.[4] Meskipun begitu, Onad dan Josaphat tidak membubarkan Killms. Pada Februari 2009, melalui blog MySpace mereka, Killms mengumumkan formasi baru mereka yang terdiri atas Onadio (vokal), Josaphat (gitar), Davi (drum), dan Agung (bass).[5] Namun karena alasan ketidakcocokan, Agung keluar. 2010, Rudye bergabung bersama Killing Me Inside sebagai additional bass menggantikan posisi Agung. Merasa tidak cocok, Rudye beralih sebagai kibor dan posisi bass diisi oleh Angga. Lagu Tanpa Dirimu menjadi Soundtrack Film Air Terjun Pengantin tahun 2010.
2010: Album Self-Titled[sunting | sunting sumber]
Pada Agustus 2010, Killing Me Inside merilis album self-titled mereka melalui Royal Prima Musikindo dan Crooz Records. Album ini merupakan album pertama mereka sejak formasi mereka berubah dan album pertama mereka di RPM.
Lima dari sepuluh track pada album ini merupakan lagu-lagu yang direkam ulang dari album pertama mereka. Di album ini juga terdapat 3 lagu baru yang menggunakan lirik bahasa Indonesia dan digarap tanpa adanya vokal scream. Di antara ketiga lagu tersebut, salah satunya adalah lagu "Biarlah" yang menjadi single pertama mereka. Lagu "Biarlah" diterima secara positif oleh masyarakat umum. Tetapi respon sebaliknya ditunjukkan oleh fans awal mereka. Fans-fans awal mereka justru kecewa dengan perubahan genre yang drastis dari Killing Me Inside.
Album kedua Killing Me Inside ini berhasil menembus angka penjualan 50.000 copy dan meraih penghargaan Platinum dari Royal Prima Musikindo.[6] Killms juga berhasil menyabet 2 Penghargaan dari Indigo Digital Music Awards 2010 sebagai The Best Indie Music dan The Best New Artist. Dalam rangka penghargaan Anugerah Musik Indonesia(AMI) 2011, Killms hanya masuk nominasi di kategori Pendatang baru dan Self-Titled "Killing Me Inside" sebagai Album Rock terbaik.
2011-2012: Formasi baru dan Single terbaru "Melangkah"[sunting | sunting sumber]
Di akhir tahun 2011, Killing Me Inside berencana ingin merilis album kembali. Namun pada tanggal 18 September 2011, Davi Frisya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Killing Me Inside. Davi mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun twitternya:
| “ | Dengan ini saya menyatakan kalo saya bukan lg Drummer dr Killing Me Inside. Terima kasih teman2 yg sdh mendukung saya selama ini :) | ” |
Dan tak lama kemudian Killms pun baru-baru ini mengumumkan formasi terbarunya, dan Rudye pun telah berubah menjadi anggota tetap Killing Me Inside ditambah Putra yang bergabung dengan Killing Me Inside sebagai additional drum untuk menggantikan Davi diposisi drummer. Killms mulai memasuki dapur rekaman untuk pembuatan album ketiga. Single dari album ketiga telah dirilis akhir Desember 2011 yang berjudul "Melangkah". Dan inilah formasi Saat ini dari Killms yang terdiri atas Onadio (vokal), Josaphat (gitar), Rudye (kibor), Angga (additional bass), Putra (additional drum). Killms akhirnya berhasil meraih penghargaan dalam acara Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2012 sebagai kategori karya produksi Rythm & Blues Terbaik untuk lagu Biarlah Featuring Gading Marten.
2012: One Reason[sunting | sunting sumber]
Killms telah menyelesaikan Project albumnya yang ke-3 pada akhir bulan Mei. Album "One Reason" dirilis/dipasarkan pada bulan September. Killms telah mengeluarkan 2 single pada album ini yaitu "Melangkah" dan "Menyesal". Di album ini terdapat 3 lagu yang menggunakan Vocal scream untuk menunjukkan kalau Killms masih tetap konsisten denganGenre awal mereka.
Untuk lagu "Never Go Back" lebih cenderung terdengar lebih keras dibandingkan dengan lagu Killms sebelumnya.
Lagu "For One Last Time" adalah bagian ke-2 dari lagu "Torment" dan lagu ini terdengar lebih simpel. Di awal lagu "For One Last Time" juga ada lyric yang menggunakan Lyric di bagian ending lagu "Torment" yang diisi oleh Rudye sebagai backing vocal.
Personil[sunting | sunting sumber]
Anggota Tetap[sunting | sunting sumber]
- Onadio Leonardo — Vokal (2009-sekarang), bass (2005-2009)
- Josaphat Klemens — Gitar, (2005-sekarang)
- Rudye Nugraha Putra — Kibor, Programming , Loop, backing vocal (2010-sekarang), bass (2009-2010)
Additional[sunting | sunting sumber]
- Angga Tetsuya Wibisana - bass, backing vocal (2010-sekarang)
- Putra Pra Ramadhan - Drum, perkusi (2011-sekarang)
Mantan Anggota[sunting | sunting sumber]
- Raka Cyril — Gitar, backing vocal (2005–2008)
Sekarang di Vierra Sejak 2008 - Fauzan "Sansan" — Vokal (2005-2009)
Sekarang di Pee Wee Gaskins Sejak 2007 - Rendy — Drum, perkusi (2005-2009)
- Agung — Bass (2009)
sekarang di Leikha - Davi Frisya — Drum, perkusi (2009-2011)
Sekarang di Leikha Sejak 2011
Penghargaan[sunting | sunting sumber]
- Indigo Digital Music Awards 2010 - The Best Indie Music & The Best New Artist
- Anugerah Musik Indonesia 2012 - Rythm & Blues / karya produksi
Diskografi[sunting | sunting sumber]
- A Fresh Start for Something New (2008)
- Killing Me Inside (2010)
- One Reason (2012)
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
- (Inggris) Killing Me Inside di MySpace
- Killing Me Inside di Facebook
Referensi[sunting | sunting sumber]
- ^ "Sejarah Killing Me Inside". Diakses 2010-04-13.
- ^ "Demo Killing Me Inside". last.fm. Diakses 2010-04-12.
- ^ "Raka resigned from Killing Me Inside". MySpace. Diakses April 13, 2010.
- ^ "Killing Me Inside new formation". MySpace. Diakses 2010-04-13.
- ^ "Killing Me Inside new formation". MySpace. Diakses 2010-04-13.
- ^ Majalah Hai edisi 29 Juni 2011
Minggu, 06 April 2014
BIODATA ONADIO LEONARDO
Onadio Leonardo
Leonardo Arya atau biasa yang dipanggil onad adalah cowok kelahiran jakarta 4 january 1990 , Onad memulai karirnya bersama killing me inside sebagai bassis. akhirnya setelah melalui perjalanan yang lama Frontman Band ini yaitu san san memutuskan keluar dari band ini dan bergabung bersama band lain. Akhirnya onad yang maju sebagai frontman band ini dan menjadi vokalis band ini.
Musik : Killing Me Inside, Papa Roach, Viera, Sweet As Revenge, Thirteen, Dream Theater, Blood Cry Angel, Bla Bla Blast, Audiodeath, Kill Of The Dead, Alesana, Alone At Last*, Story About Strawberry, Romeo Want Kill Juliet, Sirena Of Silent Hill, Go Go Sister, Riva Death, So Far So Good, As Dying Him, Aldebaran From The Star, Goodbye Fairy, Chivalry, Tikus Berdasi, Trust Me Naughty, Pee Wee Gaskins, Sound Crispy, Vhelocia, Bring Me The Horizon, Last Child, Mizu, Deadsquad.
Leonardo Arya atau biasa yang dipanggil onad adalah cowok kelahiran jakarta 4 january 1990 , Onad memulai karirnya bersama killing me inside sebagai bassis. akhirnya setelah melalui perjalanan yang lama Frontman Band ini yaitu san san memutuskan keluar dari band ini dan bergabung bersama band lain. Akhirnya onad yang maju sebagai frontman band ini dan menjadi vokalis band ini.
Musik : Killing Me Inside, Papa Roach, Viera, Sweet As Revenge, Thirteen, Dream Theater, Blood Cry Angel, Bla Bla Blast, Audiodeath, Kill Of The Dead, Alesana, Alone At Last*, Story About Strawberry, Romeo Want Kill Juliet, Sirena Of Silent Hill, Go Go Sister, Riva Death, So Far So Good, As Dying Him, Aldebaran From The Star, Goodbye Fairy, Chivalry, Tikus Berdasi, Trust Me Naughty, Pee Wee Gaskins, Sound Crispy, Vhelocia, Bring Me The Horizon, Last Child, Mizu, Deadsquad.
Buku : Futuyma
Acara TV : The Simpson
Orang yang masih engga ngerti kehidupan ini. Orang yang masih memikirkan tentang dunia yang aneh ini. Orang yang gemar melamun. Orang yang gemar dengar humor. Orang yang gemar melihat awan. Orang yang mendramatisir. Orang yang gak suka makan nasi dingin. Orang yang gak berani megang ikan. Orang yang sering di pandang aneh. Orang yang sering ditindas. Orang yang selalu menyesal belakangan. Orang yang masih belum bisa maen kelereng. Orang yang masih belum bisa melipat baju dengan bagus. Orang yang mudah tersentuh. Orang yang selalu bertanya kenapa ini dan kenapa itu. Orang yang tertutup. Orang yang pendiam. Itu semua AKU.
Banyak hal yang seru dari album kedua Killing Me Inside (Killms) yang sebentar lagi bakalan rilis. Selain dengan materi baru, ternyata di album tersebut Onad nggak hanya bertugas mengisi vokal, tetapi doi juga balik mengisi bass, Seperti yang kita tahu, posisi Onad sebelum di vokal memang menjadi seorang bassis. Hal tersebut terjadi ketika album pertama berjalan dan ketika itu vokal masih diisi oleh SanSan yang kini berada di Pee Wee Gaskins.
Banyak hal yang seru dari album kedua Killing Me Inside (Killms) yang sebentar lagi bakalan rilis. Selain dengan materi baru, ternyata di album tersebut Onad nggak hanya bertugas mengisi vokal, tetapi doi juga balik mengisi bass, Seperti yang kita tahu, posisi Onad sebelum di vokal memang menjadi seorang bassis. Hal tersebut terjadi ketika album pertama berjalan dan ketika itu vokal masih diisi oleh SanSan yang kini berada di Pee Wee Gaskins.
"Rekaman kemaren seru juga sih. Apalagi kemaren gue balik lagi mengisi bass buat album ini. seru deh pokoknya!" paparnya beberapa waktu lalu
Sabtu, 05 April 2014
KILLING ME INSIDE
Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.
"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.
Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.
Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu "A Fresh Start For Something New" yang hitsnya lagunya yaitu "The Tormented".
KILLING ME INSIDE (STREET TEAM CREW).
STREET TEAM adalah nama fans dari KILLING ME INSIDE. Band yg di buat pada tahun 2005 ini berhasil menciptakan musik - musik beraliran METAL - SCREAM atau ROCK MODERN.
San-san , Onadio , Josaphat , Raka , dan Rendy ini adalah bukti kesuksesan band KILLING ME INSIDEini.
Pada awal-awalnya, band ini hanya band yg sekedar band biasa saja kalo bisa di katakan. Tapi, berkat ke- 5 orang tersebut jadilah band KILLING ME INSIDE menjadi terkenal di kalangan anak muda jaman sekarang. Lanjut, pada saat KILLING ME INSIDE me-Lunchingkan album terbarunya yg bertema "A FRESH START FOR SOMETHING NEW". Tapi, sayang RAKA Gitaris band tersebut harus hengkang dari kesatuan bandKILLING ME INSIDE ini.
KILLMS adalah kependekan dari nama KILLING ME INSIDE. Pada saat KILLMS sudah terkenal dan meproduksikan bajunya disuatu distro didaerah duren 3 tiga itu yg bernama "CROOZ FASHION DISTORTION" , dan distro - distro ternama lainnya. Tiba - tiba sang vokalis dan sang drumer memundurkan diri pula sama seperti hal nya RAKA. Selang waktu berjalan, band KILLMS ini pun menemukan pengganti dari SAN-SAN dan RENDY. Yaitu, AGUNG pada bass, dan DAVI pada drum . Berubahlah formasi dari band KILLING ME INSIDE ini menjadi :ONAD (VOKAL) , JOSAPHAT (GITAR) , DAVI (DRUM) , dan AGUNG (BASS).
Akhirnya setelah KILLMS yang diberitakan akan hancur. Karena semangat dari ONADIO LEONARDO danJOSAPHAT KLEMENS itu pun, KILLING ME INSIDE yang berdiri pada tahun 2005 ini, berhasil menjadi band yang patut diperbincangkan karena kesuksesannya. Sampai sekarang KILLING ME INSIDE sudah menjelajahi kota-kota yang ada di INDONESIA. Dan STREET TEAM pun mempunyai angota yang cukup banyak.

“Kenapa model rambut kalian berubah-ubah?” Seorang anak laki-laki usia belasan tahun bertanya kepada tiga remaja laki-laki flamboyan yang sedang duduk di atas panggung. “Dulu kan rambut personil Killing Me Inside panjang-panjang, sekarang jadi pendek,” jelas sang penanya.
Salah satu dari tiga remaja yang ditanya tadi, yang saat itu sedang memegang microphone, tersenyum penuh makna. Sepertinya ia sudah terbiasa menerima pertanyaan yang tidak krusial seperti ini dari penggemarnya. Kemudian dengan gerakan yang minimalis, takut merusak tatanan rambutnya yang rapi, ia serahkan microphone di tangannya kepada rekannya yang memiliki rambut paling pendek di antara yang lain. “Kalau gue sih simpel aja. Gerah. Ya, global warming,” kata remaja bernama Onad tersebut. “Ditambah lagi karena sekarang ada Justin Bieber.” Tawa pun meledak di seisi ruangan.
Menyusul kemudian pertanyaan-pertanyaan lain dari anak-anak sebaya lainnya. Kebetulan petang hari itu (29/09) di Score!, Cilandak Town Square, Jakarta sedang digelar konferensi pers Killing Me Inside yang meluncurkan self-titled album penuh mereka dibawah label baru, Crooz Records. Vokalis Onadio Leonardo—yang biasa dipanggil Onad, pemain gitar Josaphat Klemens dan pemain drum Davi Frisya dari Killing Me Inside, tampak semangat meladeni satu demi satu pertanyaan yang ditujukan dari fans untuk mereka.
Sekitar 50 orang remaja penggemar Killing Me Inside, yang memiliki sebutan "Killms Street Team," menghadiri peluncuran album tersebut. Kebetulan mereka adalah 50 pembeli pertama CD album tersebut di Distro Crooz, yang kemudian memperoleh golden ticket untuk hadir di acara ini.
Album self-titled yang diedarkan secara nasional oleh Royal Prima Musikindo (RPM) itu sudah beredar di pasaran sejak awal bulan Agustus silam. Menurut Dian Putra Agung dari Crooz Records, album tersebut mendapatkan penerimaan yang sangat baik dari penggemar.
Sejak dibentuknya di awal 2007 hingga kini band pengusung genre post-hardcore/screamo—yang sekarang lebih memilih untuk disebut modern rock—itu memang telah berhasil memperoleh banyak penggemar. Jumlah fans mereka di Facebook sampai dengan saat ini telah mencapai 616.500 orang dan sepertinya akan terus bertambah. “Mereka adalah salah satu dari sedikit band indie yang sukses tanpa mengandalkan major label,” kata Wendi Putranto dari Rolling Stone yang menjadi moderator konferensi pers.
Namun, kini Killing Me Inside telah memasuki suatu fase lain dalam bermusik. Jika selama ini mereka berkiprah sebagai band indie, bergabungnya dengan label RPM membawa mereka masuk ke dunia mainstream. “Kami sekarang semakin masuk ke industri, semakin banyak tantangan. Kami mulai serius dan mudah-mudahan lebih menghasilkan,” kata gitaris Josaphat.
Anggapan bahwa sebuah band berkompromi dengan label besar maka band tersebut akan mengubah arah musikalitasnya, sepertinya tak berlaku bagi Killing Me Inside. “Kami punya jenis musik sendiri. Dan kami percaya musik kami akan jadi besar,” imbuh Josaphat.
Terbukti, pada album kali ini, masih bisa disimak lagu-lagu baru dengan tipikal musik Killing Me Inside dari era A Fresh Start For Something New, yang relatif keras dan cepat: “Moving On”. Bahkan dua lagu dari album tahun 2008 itu kembali masuk ke album self-titled ini: “Blessed by the Flowers of Envy” dan “Come On Girl We’ll Burn Money on Vegas”. Tapi pada album kali ini Killing Me Inside mencoba beberapa hal baru, seperti penggunaan keyboards dan permainan gitar akustik.
“Ini album pertama gue sebagai vokalis,” Onad menambahkan perubahan yang terjadi pada bandnya. Vokalis pertama Killing Me Inside, Sansan, kini tergabung dengan Pee Wee Gaskins. Pada formasi lama Onad adalah pemain bas.
Selain itu, di album ini, Killing Me Inside menggunakan lirik berbahasa Indonesia pada beberapa lagu. Kabarnya, track bertajuk “Biarlah” direkam dalam dua versi. Versi yang pertama ada dalam album, sedangkan yang kedua adalah versi duet bersama artis cantik Luna Maya. Pihak label menguatkan, bahwa nantinya akan dibuat pula video klip untuk “Biarlah” versi duet dengan Luna Maya tersebut.
“Kami akan menjalani tur. Kami akan manggung bareng Luna Maya dan Gading Martin. Mereka berdua akan bernyanyi untuk lagu 'Tanpa Dirimu' dan 'Biarlah',” jelas Onad.
Usai konferensi pers, dibantu dua additional players pada keyboard dan bass, Killing Me Inside membawakan empat lagu dari album terbaru untuk menghibur para wartawan serta fans yang datang pada sore hari itu; “Biarlah,” “Tanpa Dirimu,” “Forever,” serta “Torment”
Langganan:
Postingan (Atom)







