Jumat, 28 Februari 2014

dongeng dalam bahasa inggris dan terjemahannya

Once upon a time in a great castle, there was a beautiful princess. She was very pretty, with blue eyes and long black hair. Her skin was delicate and white, and so she was called Snow White. Snow White had a step mother who was always jealous of Snow White's beauty. Her step mother too was very beautiful, and the magic mirror told her this every day, whenever she asked it.
One day, the step mother asked the magic mirror who the loveliest lady in the land was and the magic mirror answered Snow White was the loveliest in the land. The step mother was very mad. Then he asked her trusty servants to take Snow White into the forest, far away from the Castle and killed her. But the servant didn't kill Snow White, He led the innocent little girl away.
In the forest, little Snow White was alone and scared. She didn't know where she should go. But suddenly she saw a small strange cottage. She wondered who lived there, then she entered the cottage.
Inside the cottage, there was 7 beds and a kitchen. Snow White was to tired to explore the cottage, and suddenly fallen a sleep. In the afternoon, the seven dwarfs who lived in the cottage, came home. They surprised to see there was a young lady there. One dwarf woke her up and asked who was she. Snow White told them her sad story. The seven dwarfs understood the feeling of Snow White and asked her to live with them in the cottage.
Meanwhile in the castle, the servant came back and told to the step mother that Snow White was killed. Then the step mother asked the magic mirror once again who the loveliest in the land was and still the magic mirror answered the Snow White who lived in the small cottage with seven dwarfs was the loveliest one in the land. So the step mother was angry and she planed something bad to Snow White.
Then the step mother disguising herself as an old women who sold a basket of poisoned apples and went to the cottage. In the cottage, the seven dwarfs warned Snow White to not open the door to the stranger.
The step mother finally arrived to the cottage and began to offer Snow White an apple. Snow White refused to open the door but the step mother kept persuade and finally Snow White opened the door and brought an apple then he ate it. So Snow White fallen down with the poisoned apple beside her.
In the afternoon, when the seven dwarfs came home, they were surprised with Snow White who laid down on the floor with pale face and a poisoned apple beside her. The seven dwarfs were sad seeing the Snow White was dying but not die yet. Then the seven dwarfs decided to make a beautiful bed made from a crystal coffin to make Snow White keep alive.
Day by day, the seven dwarfs waited for the miracle came when Snow White suddenly woke up. Then one day, there was a wanderer who actually a prince from far away kingdom saw a beautiful lady was laid down on crystal bed. The wanderer asked the dwarfs what was happened and the dwarfs told him the story.
Heard the Snow White's story, the princes decided to carry her to his Castle and asked the doctor to help her. Then the prince kissed her to show his intention. But suddenly Snow White was back to life. The fact was that the prince's kiss broke the spell. Then the prince asked Snow White to marry him.
From that day on, Snow White lived happily in a great castle. But from time to time, she was drawn back to visit the little cottage down in the forest.

Description: Kumpulan Contoh Narrative Text Beserta Artinya.


Terjemahan Snow White dan Tujuah Kurcaci
Suatu ketika di sebuah istana yang besar, ada seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam panjang. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya itu.
Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri itu dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik di negeri itu. Ibu tiri itu sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia memimpin gadis kecil tak berdosa itu pergi.
Di hutan, Snow White sendirian dan takut. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ke pondok.
Di dalam pondok, ada 7 tempat tidur dan dapur. Snow White sangat lelah untuk melihat-lihat isi pondok, dan tiba-tiba jatuh tidur. Pada sore hari, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok tersebut, pulang. Mereka terkejut untuk melihat ada seorang wanita muda di sana. Salah satu kurcaci membangunkannya dan bertanya siapa dia. Snow White mengatakan kepada mereka kisah sedih nya. Tujuh kurcaci tersebut pun memahami perasaan Snow White dan memintanya untuk tinggal bersama mereka di pondok.
Sementara di istana, pelayan tersebut kembali dan mengatakan kepada ibu tiri bahwa Snow White telah tewas. Kemudian ibu tiri bertanya kepada cermin ajaib sekali lagi siapa yang paling cantik di negara itu dan masih cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tinggal di pondok kecil dengan tujuh kurcaci adalah yang tercantik. Jadi ibu tiri marah dan ia merencanakan sesuatu yang buruk untuk Snow White.
Kemudian ibu tiri menyamarkan dirinya sebagai seorang perempuan tua yang menjual sekeranjang apel beracun dan pergi ke pondok. Di pondok, tujuh drawfts memperingatkan Snow White untuk tidak membuka pintu untuk orang asing.
Ibu tiri akhirnya tiba ke pondok dan mulai menawarkan Putri Salju apel. Snow White menolak untuk membuka pintu tapi ibu tiri terus membujuk dan akhirnya Snow White membuka pintu dan membeli apel kemudian dia memakannya. Sehingga Snow White terjatuh dengan apel beracun di sampingnya.
Pada sore hari, ketika tujuh kurcaci pulang, mereka terkejut dengan Snow White yang terbaring di lantai dengan wajah pucat dan apel beracun di sampingnya. Ketujuh kurcaci sedih melihat Snow White sedang sekarat tetapi belum mati. Kemudian tujuh kurcaci memutuskan untuk membuat tempat tidur indah terbuat dari peti mati kristal untuk membuat Putri Salju tetap hidup.
Hari demi hari, tujuh kurcaci menunggu keajaiban datang ketika Snow White tiba-tiba terbangun. Lalu suatu hari, ada seorang pengelana yang sebenarnya merupakan seorang pangeran dari kerajaan yang jauh melihat seorang wanita cantik dibaringkan di tempat tidur kristal. Pengelana tersebut pun bertanya kepada kurcaci apa yang terjadi dan kurcaci menceritakan ceritanya.
Mendengar cerita Snow White, pangeran pun memutuskan untuk membawanya ke Istana dan meminta dokter untuk menyembuhkannya. Kemudian pangeran menciumnya untuk menunjukkan niatnya. Tapi tiba-tiba Snow White kembali hidup. Faktanya adalah bahwa ciuman sang pangeran menghancurkan mantra. Kemudian sang pangeran meminta Snow White untuk menikah dengannya.

Dari hari itu, Snow White hidup bahagia di sebuah istana yang besar. Tapi dari waktu ke waktu, ia sering kembali untuk mengunjungi pondok kecil di hutan.

Sabtu, 15 Februari 2014

cerpen yang berjudul :''sahabatku Untuk Mantanku''

Tak pernah terpikir sebelumnya, kalau aku harus kembali akur dengannya. Hal yang lebih gila adalah ketika sahabat lamaku Alya, sahabat lamaku semenjak SMP naksir dengannya lewat saranku sendri. “Bagaimana mungkin?” Aku selalu tak habis pikir dengan apa yang telah aku lakukan. Ini semua bermula semenjak percakapan online di malam itu.
“Hai kamu gak pulang kampung kan libur?”, sapaku memulai dengan iseng.
“gak, lagi males..”, balasnya kemudian.
Setelah itu beberapa pertanyaan dan berikut balasannya pun berlangsung. Hingga sampailah pada pernyataan yang tak tahu mengapa bisa terlontar begitu saja dariku.
“btw temanku ada yang tisam amamu loh..” Aku menunggu reaksinya.
“teman atau kamu..?”, sahutnya kemudian.
Sejenak aku terpaku oleh kata-katanya. Lalu aku balas kemudian
“teman.. Kalo aku gak mungkinlah..”
Tak lama kemudian box online-nya muncul.
“iya ea..”
“Lalu gimana tuh, temanku?”, ujarku kemudian karena masih penasaran dengan tanggapannya.
Tak kusangka malah ditanggapinya dengan serius. Dia malah bertanya siapa dia, tinggalnya dimana, apa kegiatannya. Trus kapan bisa ketemuannya.
Hmmm, mampuslah aku termakan sama omonganku sendiri. “Tadi aku kan hanya iseng”, pikirku.
Ada bagusnya sih aku punya kesempatan buat ngerjain dia. Dia kan play boy cap “cacing” hehehe.
Tapi yang aku pusingkan, siapalah orang yang bisa membantuku dalam hal rumit ini. Tadinya kan aku cuma ngarang tentang temanku yang tisam sama dia. Aku sekedar ingin tahu reaksinya saja. Secara teman-temanku sekarang ini pada liburan pulang kampung. Maklum pergantian semester baru anak kuliahan sekaligus menjelang hari raya lebaran.
Tiba-tiba terlintas dipikiranku nama Alya. Yah Alya sahabat lamaku.
Saat Gerald nanyain info tentang temanku yang tisam itu. Aku sebut saja ciri-ciri yang mengarah pada Alya. Aku belum punya pilihan ide yang lain. Kebetulan dia sedang berlibur. Itulah jadi alasanku untuk sementara mencegah permintaan pertemuan yang diajukan Gerald.
Seiring berjalannya waktu, aku harus pusing sendiri dengan ulahku. Aku harus berusaha menghubungi Alya dan meminta tolong padanya.
Alya malah tertawa geli melihatku saat mendengar permintaanku untuk berpura-pura jadi objek yang tergila gila pada Gerald. Tentu saja dia menolak dan tidak mau terseret oleh masalahku.
“Alya.. please help me!!”
Aku kembali membujuk Alya, bagaimanapun caranya.
Aku memberikan nomer hp, serta nama fb Gerald pada Alya. Setidaknya setelah melihat foto orangnya dia bisa mempertimbangkan kembali permintaanku.
Aku yakin setelah melihat orangnya, kemungkinan besar dia akan terpikat. Secara aku sudah pengalaman dengan Gerald. Hanya saja mungkin kami bukan jodoh. Sehingga kami pun terpisah di tengah jalan.
Beberapa hari setelah itu, Alya belum juga memberi tanggapan. Sementara Gerald selalu nanyain perkembangan info tentang teman misteriusku itu. Aku selalu mengelak dan mencari-cari alasan ketika Gerald meminta nomer hape atau nama fb teman yang aku maksud.
Beberapa hari kemudian, Alya mengkonfirmasi tentang pertemanannya dengan Gerald. Bahkan Gerald dan Alya sudah beberapa kali saling smsan. Katanya sih Gerald orangnya lumayan seru.
“Tuh kan Alya.. apa aku bilang belum ketemu orangnya saja kamu udah bilang dia orangnya seru”, dia pun cengar-cengir tak menentu.
Beberapa minggu kemudian Alya menghubungiku, menurut kata-kata yang aku dengar dia mulai menyukai Gerald. Awalnya aku senang aku terbebas dari masalah tapi mengapa tiba-tiba perasaanku diterpa gejolak yang tidak bisa kujelaskan. Beberapa waktu berikutnya Alya juga lebih sering menghubungiku dia bilang sebuah keberuntungan baginya bisa mengenal Gerald. Dia selalu bercerita tentang Gerald.
Dua minggu belakangan Alya tidak pernah menghubungiku lagi. Mungkin dia sibuk atau mungkinkah.. ah aku cepat-cepat menepis dugaan yang meresahkan pikiranku. Hingga aku sendirilah yang berinisiatif akan menghubunginya. Tapi kemudian aku berpikir dua kali untuk menghubunginya duluan apalagi untuk sekedar ingin tahu tentang kelanjutan cerita tentang dia dengan Gerald.
Beberapa bulan kemudian..
teringat masa-masa bersama Gerald disini, tempat ini adalah tempat favoritku beli es krim. Biasanya Gerald selalu tak habis pikir denganku, aku selalu minta dibeliin es krim rasa vanilla dan harus disini tempatnya. Dia akan menggeleng kepala lalu mengacak-acak rambutku sesukanya.
Ah.. ini tidak boleh terjadi. Aku berusaha menepis kenangan itu. Aku segera melahap es krim di tanganku lalu beranjak pergi.
Astaga!! aku berpapasan dengan Gerald di pintu keluar.
“Nisa.. sedang apa disini?”, sahut Alya tiba-tiba menyapa duluan.
Hmm.. aku.. akuuu.. aku kebingungan dan tidak tau harus bilang apa.
“Ehm.. eh kalian berdua..”, sahutku kemudian dengan kaku.
“Oh iya, isha.. ekmm maksudku nisa aku sama alya baru saja jadian. Apa kamu gak mau kasih selamat nih sama kita berdua. Btw thanks ya nis”. Kalimat itu tiba-tiba terasa menyengat sekujur tubuhku. Kata-kata itu terlontar dari Gerald sambil mempererat genggaman tangannya dengan Alya.
“Oh.. iya pasti. Aku turut senang selamat ya Al, rald kalian pasangan yang serasi”, sahutku sambil mengulurkan tangan.
Ternyata Gerald dan Alya sudah jadian. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang dan dadaku terasa sesak. Aku segera pergi meninggalkan mereka.
“Apa yang sedang kurasakan? Mengapa aku seolah tidak rela melihat kemesraan mereka? Apakah aku sedang cemburu? Ah tidak!! mantan adalah mantan. Tidak boleh ada perasaan lagi”, aku berusaha menepis pikiran itu. Aku berbaring dan mencoba memejamkan mataku dan kemudian terlelap.
Di kampus aku tidak berani lagi untuk berpapasan dengan Gerald. Aku tidak bisa. Melihatnya membuatku merasa muak. “Bukankah ini yang kamu inginkan?”, kata-kata itu selalu hadir dan menjadi bayang-bayang dalam pikiranku.

Kamis, 13 Februari 2014

PROJECT POP – INGATLAH HARI INI

Kawan dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu setelah selama ini
Ternyata kepalamu akan selalu botak
Eh kamu kaya gorila

Cobalah kamu ngaca itu bibir balapan
Dari pada gigi lu kayak kelinci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan

Tapi ku tak perduli
Kau selalu di hati

Kamu sangat berarti istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

Don’t you worry just be happy
Temanmu di sini

Kamu sangat berarti istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Don’t you worry don’t be angry
Mending happy-happy

Kamu sangat berarti istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Kamu sangat berarti istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini


~lagu tersebut sedihh banget :( coba dah dengerin . lagu itu pas banget buat perpisahan sekolah . apalagi lagu iitu ngingetin saya pas perpisahan kelas 3 smp kemarin :( huhu .

Selasa, 11 Februari 2014

Cerpen Sedih Tentang Persahabatan berikut: "Sahabat Terbaik"

"Persahabatan bukan hanya sekedar kata, yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, yang ditoreh diatas dua hati, ditulis dengan tinta kasih sayang, dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa".. ** “Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore. “Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu. Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah. Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna. *** Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis. “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tau bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan. “Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan. “Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya. Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda. Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh, “aduuh, kepala ku” “Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya. “Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum. “Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir. “aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang. Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya, “Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra. Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud. *** Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya. “Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya. “ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan. “ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya. “Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar. Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya. Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor, “Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami. “Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita. “Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya. “entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi. *** Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup. “Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan. “Baiklah dok, “ sambut pa Artawan. Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara, “Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih. Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya, “Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan. “sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali. Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu. “udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan. “mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi. Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya, “Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih. “Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya. “Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata. Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih. “Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan. “Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter. “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka. “Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri. Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat. “Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”.. Nayra Amrita Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak. *** Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung, “kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya. “Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya. “Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama. “Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya. Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi. “Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan. “Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api. “Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati. Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar, “Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat” “belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar. Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas, “Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya. *** Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra, “Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,” “Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!” Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah. “Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah. Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya, “mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?” “Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab. “Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya. Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan, “ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya. Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya. Dear Keynaya “Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key. Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi. Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita. Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku. Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh… Dariku yang selalu menyayangimu Nayra Amrita Air mata mengalir deras di pipi Keynaya, “ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan. Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah. Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya. “Nayra Amrita Artawan” Lahir 8 Januari 1994 Wafat 14 April 2011 Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya, “kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan. Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya, “Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti. “iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynya.

Senin, 10 Februari 2014

Cerita Anak SMA : Kirim Salam di Radio

Waktu SMA aku sering kirim-kiriman lagu di radio sama temen-temen kelas. Ucapan selamat belajar buat temen -temen sama request lagu juga. 
Lagu yang sering aku request di radio lagu yang agak ngerock gitu. Kayak lagu-lagunya Saigon Kick, Mr.Big, Air Supply, Rick Price, Bon Jovi, White Lion. Kayaknya gak bosen-bosen deh dengerin lagu-lagu itu. Sampai sekarang aku juga masih suka & nyimpen lagu-lagu itu di ponsel. Bisa didengerin sewaktu-waktu.

Pernah juga sama temen-temen nyamperin ke studio radio kenalan sama penyiarnya. Masih inget nih biasanya aku dan temen-temen sering request lagu di radio Mahameru Kediri. Dulu ada acara yang ngetrend banget di kalangan anak muda setiap jam 8 malam. Aku lupa nama acaranya apa tapi yang pasti lagu-lagunya bagus penyiarnya juga asyik.

Hampir tiap hari kirim2an salam & request lagu di radio sampe penyiarnya apal hehe.. Ntar juga yang dikirimi lagu itu-itu aja..

Kalo aku yang kirim salam, salamnya buat Ani, Dewi, Sita & teman-teman Kiss Smast singkatan dari Kaum Intelek Satu Satu SMA Satu ( dulu aku sekolah di SMA 1 kls 1-1 ). Ntar kalo Sita yang kirim lagu juga buat; Enny, Dewi, Ani dan temen2 Kiss Smast.. begitu seterusnya antara aku, Ani, Dewi, Sita..hehee..kurang kerjaan banget yaa.. Maklum deh kita kan temen satu genk  :D
Nah kalo pengen kirim lagu buat seseorang yang lagi kita taksir nih alias gebetan biasanya kita gak sebut namanya tapi buat someone gituu..hiihi.. Yaa gak bakalan tahu orangnya yaa.. Eh..berarti percuma dong ya dikirimin lagu kalo orangnya gak tau #baru nyadar :D



 Good Bye (Air Supply)
lagu ini ngetop banget dulu & sering aku request di radio saat aku SMA

Sabtu, 08 Februari 2014

Lirik Lagu Adele - Don't You Remember & Terjemahannya

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye, not a single word was said,
Kau pergi tanpa ucapkan selamat tinggal, tanpa sepatah katapun
No final kiss to seal any seams,
Tanpa kecupan terakhir 'tuk akhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in,
Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kita

I know I have a fickle heart and bitterness,

Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS
But don't you remember?
Tapi tak ingatkan kau?
Don't you remember?
Tak ingatkah kau?
The reason you loved me before
Alasanmu dulu mencintaiku
Baby, please remember me once more,
Kasih, ingatlah aku sekali lagi

When was the last time you thought of me?
Kapan terakhir kali kau memikirkanku?
Or have you completely erased me from your memory?
Ataukah kau telah sepenuhnya menghapusku dari ingatanmu?
I often think about where I went wrong
Sering kuberpikir dimanakah salahku
The more I do, the less I know,
Semakin banyak yang kulakukan, semakin sedikit yang kutahu

But I know I have a fickle heart and bitterness,
Namun aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS

Gave you the space so you could breathe,
Kuberi kau ruang agar kau bisa bernafas
I kept my distance so you would be free,
Kumenjauh agar kau bisa bebas
And hope that you find the missing piece,
Dan kuberharap kau kan temukan kepingan yang hilang itu
To bring you back to me,
Yang kan membawamu kembali padaku

CHORUS

When will I see you again? 
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?


INTINYA " setiap dengerin lagu itu tuh ngingetin saya sama seseorang yang dulu pernah singgah dihati saya :'( termaksut boneka minne the pooh pemberian dia yang sampe sekarang masih ada dan selalu nemenin saya tidur ;'( dan saya pun juga sampe sekarang ga tau keberadaannya diaaa :'D :( hehe

Rabu, 05 Februari 2014

All About Rizky Nazar



Nama : Rizky Nasar
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 07 Maret 1996
Agama : Islam
Blasteran : Bali - Arab
Margannya : Basloom
Twitter : @rizkynasar
Makanan : suka apa aja
Hobby : main Bola, appaun tentang Bola
Anak ke : 2 Dari dua Bersaudara
Status: Secret (Rahasia)
Paling Ga Suka : Orang lebay
Warna Favorite : Merah
SD dan SMP : Global Islamic School
SMAN : SMAN 14 Jakarta
Atlet Favorite  : Pau Gaso

Rizky Nazar

Nama Rizky Nazar memang sedang naik daun dan banyak dibicarakan. Berkat penampilan dan aktingnya berperan sebagai Alex di serial FTV teristimewa SCTV yang berjudul 'Cinta Bersemi Di Putih Abu Abu Part 1', 'Cinta Bersemi Di Putih Abu Abu Part 2' dan 'Cinta Bersemi Di Putih Abu Abu Part 3', Rizky Nazar kini sudah memiliki banyak fans atau penggemar. Banyak yang penasaran dan mencari tahu tentang profil dan biodata lengkap Rizky Nazar, kumpulan atau koleksi foto Rizky Nazar, foto Rizky Nazar telanjang dada, agama Rizk Nazar, Rizky Nazar sekolah atau kuliah dimana, dan semua berita atau informasi tentang Rizky Nazar pemeran Alex di 'Cintaku Bersemi Di Putih Abu Abu' (CBDPAA). 

Sukses dalam versi FTV, akhirnya dibuatlah sinetron stripping 'Cinta Bersemi Di Putih Abu Abu The Series' dengan pemeran utama yang sama, yakni Rizky Nazar yang memerankan tokoh Alex, Jessica Anastasya yang memerankan Luna dan Kevin Lukas yang memerankan Billy. Wajah tampan, kulit putih dan penampilan yang nyaris sempurna membuat Rizky Nazar banyak digilai kaum perempuan, khususnya remaja putri. Kemampuan akting Rizky Nazar sebagai cowok tampan yang cool dan kaya raya membuat para penonton dan penggemarnya merasa gemas dengan Rizky. Meskipun kisah atau cerita sinetron 'Cinta Bersemi Di Putih Abu Abu The Series' sangat mirip dengan drama seri Korea yang pernah sukses berjudul 'Meteor Garden' dan berhasil mempopulerkan kelompok boyband F4, tetap saja masyarakat menyukai sinetron ini. Salah satu penyebabnya adalah karena para pemainnya yang cantik dan tampan dengan akting yang bagus. Apalagi sosok Alex yang sangat membuat orang penasaran dengan sikapnya yang sok cool dan jual mahal, padahal ia sangat mencintai Luna.

  Rizky Nazar terbilang berhasil memerankan tokoh Alex. Buktinya banyak sekali yang bertanya-tanya siapa sosok cowok keren dan tampan pemeran Alex di sinetron ini. Mungkin inilah langkah awal kesuksesan seorang Rizky Nazar di dunia entertainment. Semoga ke depannya, Rizky bisa memberikan karya-karyanya yang semakin bagus dan tentunya ditunggu-tunggu penonton.