Senin, 03 Maret 2014

cerpen romantis- facebookku makcomblangku

Siang itu entah mengapa aku merasakan jenuh sekali di kantor. Bosan tiba-tiba Melanda, tepikir dalam benakku untuk membuka akun facebook milikku, akun yang sudah lama tidak pernah aku buka, terlalu banyak pemberitauhan di facebookku, ya banyak juga rentetan nama orang yang ingin menjadikanku teman di facebooknya. Aku memilah orang-orang yang nge-add akun milikku, dan betapa kagetnya aku ada nama salah satu nama orang yang sangat aku kenal, BIMA SAKTI, iya nama itu, nama orang yang dulunya aku taksir, orang yang dulunya kakak kelasku di SMP dan SMA. Yaaa orang ini yang dulu membuatku tergila-gila dan aku hanya memendam perasaanku saat itu.
Kejadian siang itu membuatku sering sekali membuka akun facebookku. Entah rasa girang, senang, bahagia sekali dalam benakku, Dan tanpa berpikir panjang aku memberikan sapaan kepadanya
“hai, kakak Bima apa kabar?”
“Baik, kamu apa kabar? sekarang dimana?”
Percakapan itu berlanjut sampai akhirnya kita banyak cerita tentang kehidupan kita masing-masing. Maklumlah masa aku mengenalnya masa-masa SMP dan SMA sekitar 8 tahun yang lalu dari umurku sekarang, Yah dia yang dulunya sangat tampan dan banyak disukai para wanita-wanita di sekolah, dan apakah kalian tau? dia lebih tampan dari yang dulu akau kenal, dia sudah terlihat sangat dewasa, senyumannya yang terlihat di foto profil facebooknya masih begitu manis.
Beberapa hari berlalu dan kita masih berkomunikasi lewat facebook. Dalam hatiku ingin sekali aku meminta nomor handphonenya, yah seenggaknya hubungan ini semakin dekat. hehe, tapi aku merasa malu masa iya cewek duluan yang minta no teleponnya. Akhirnya aku pikir ya sudahlah kita ngobrol-ngobrol lewat facebook aja. Entah berfirasat sama atau punya perasaaan yang sama.. bukannya ge-er ya. haha, tiba-tiba dia menanyakan nomor handphoneku, tanpa tunggu lama aku berikan nomor handphoneku kepadanya.
Waktu berlalu begitu cepat setelah kita saling bertukar nomor telepon, kita semakin sering berkomunikasi setiap hari. Kita saling memberi kabar dan sesekali dia mengajakku pergi sekedar untuk makan, dan semakin sering juga kita bersama aku merasakan aku terlalu terbiasa olehnya, aku nyaman di dekatnya, aku bahagia bersamanya. Hubungan ini semakin hari semakin dekat layaknya ABG yang sedang Pendekatan.
Suatu malam dia mengajakku untuk Nonton dan makan ya mengisi malam mimggu kita, kita sama-sama jomblo iya jomblo. cerita cinta kita berdua bisa di bilang menyedihkan. Di cafe itu sebuah band pengiring tamu untuk menikmati makan malamnya melantunkan lagu yang sangat romantis, romantis sekali dan sesuai dengan perasaan hatiku saat itu. Aku teringat kak Bima dulunya juga suka ngeband dia suka nyanyi di Cafe-cafe dan sampai sekarang pun dia memang masih suka bernyanyi bersama bandnya, saat itu aku spontan bertanya
“kak, gak pengen nyanyi tuh di depan, seru kayaknya udah lama tidak melihat kamu nyanyi.”
“kamu pengen melihat aku nyanyi, oke deh aku akan bernyanyi untukmu”
Dia pun menyanyikan sebuah lagu untukku berjudul DEWI Lagu milik band Alexa ini membuatku tersanjung, memecahkan keramaian menjadi sunyi. Aku melamun rasanya hari ini aku bahagia sekali, tidak pernah aku merasakan ini. Andai dia tau suaranya meluluhlantahkan hatiku. Hahaha
Malam itu sebelum mengantarku pulang, kita mampir di taman kota sambil melihat keramaian kota. Di situlah dia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Sudah berbulan-bulan kita dekat, sudah terlalu banyak cerita di antara kita, kini dia ingin aku menjadi orang yang paling spesial untuknya, dan dia memintakku akulah yang terakhir untuknya. Aku menerima dia, aku mau menemani dia sampai kapanpun, dan kita memang berkomitmen untuk menikah karena masing-masing kita sudah dewasa dan berumur. Tak pernah terpikir olehku inikah jodohku, inikah yang akan menemaniku. Orang yang dulu aku kagumi tanpa dia tau aku mengaguminya, dan sekarang kita dipertemukan kembali untuk hidup bersama setelah kesulitan hidup yang kita lalui sebelum kita bertemu. Allah memang adil, Allah tahu yang terbaik untuk umatnya, dan memang benar jodoh, rejeki, maut kita gak akan pernah tahu. Dan Akhirnya aku bahagia menjalani hidup ini bersamanya.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar